PKM UMY Berdayakan Ekonomi Keluarga di Nasri Moyudan

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di RW 07 Nasri, Sumbersari, Moyudan, Sleman. - Istimewa
10 November 2020 21:22 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Harjanti Widiastuti, dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberdayakan ekonomi keluarga kelompok Dasawisma RW 07 Nasri, Sumbersari, Moyudan, Sleman, melalui unit produksi pengolahan makanan.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diikuti 11 anggota dasawisma.

“Kegiatan ini memberikan solusi terhadap permasalahan mitra dengan terbentuknya beberapa kelompok usaha dan peningkatan keterampilan masyarakat sehingga kelompok dasa wisma mampu memberdayakan diri untuk memulai berwirausaha, mendukung ekonomi keluarga, dan diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” kata Harjanti melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Tim pengabdian melakukan sosialisasi, observasi, dan diskusi dengan kepala dusun dan pengurus dasawisma. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan berbagai permasalahan mitra dan merumuskan solusi melalui program pengabdian masyarakat. Seluruh tahapan kegiatan dilakukan dengan berkelompok. Anggota dasa wisma dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan RT. Selain itu, tim pelaksana pengabdian masyarakat   memberikan motivasi kepada seluruh anggota dasa wisma seupaya program pengabdian berjalan dengan lancar.

Tim pengabdian melakukan pelatihan dan pendampingan pengolahan makanan yang bekerjasama dengan LPK Kayu Manis. LPK Kayu Manis memberikan pengetahuan, cara kerja, dan pendampingan selama pelatihan pengolahan makanan. Setiap sesi pelatihan membutuhkan waktu 5 jam, mulai dari teori, praktik, dan evaluasi. Pelatihan pengolahan makanan dilakukan 4 kali dengan 4 variasi, yaitu brownies, nugget ayam, ayam kremes, dan jamur krispi.

Pelatihan pengemasan produk didampingi oleh Anton Sudarto. Peserta dikenalkan dengan berbagai model kemasan dan teknik pengemasan beserta branding. Selain itu, strategi pemasaran dan penjualan produk dilakukan dengan pemasaran sosial (social marketing) dan digital marketing. Pemasaran lebih didominasi menggunakan whatsapp.

Pendampingan Pengelolaan Keuangan. Tim pengabdian melakukan pendampingan terkait pengelolaan keuangan. Pendampingam yang dilakukan dengan cara sederhana karena mitra masih dalam tahap pemula melakukan usaha.

“Program pengabdian ini diharapkan memberikan solusi atas permasalahan ekonomi yang dialami mitra, terutama karena efek pandemik. Program ini didesain untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia kelompok dasawisma tentang kewirausahaan, khususnya di bidang pengolahan makanan, dan manajemen keuangan. Peningkatan kualitas SDM diperoleh dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra melalui berbagai pelatihan yang diberikan. Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan pengolahan makanan, pengemasan, pemasaran, dan manajemen keuangan,” ujar Harjanti. (ADV)