Advertisement
Dosen UMY Tanamkan Budaya Membaca di Wotgalih Gunungkidul
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di Dusun Wotgalih Pilangrejo, Nglipar Gunungkidul. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Arif Humaini, dosen Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Dusun Wotgalih Pilangrejo, Nglipar Gunungkidul, dengan membudayakan kegiatyan membaca melalui pelatihan membaca Al-Qur’an dan penyediaan perpustakaan dusun.
PKM yang berlangsung pada 30 Desember 2019 sampai dengan 30 Januari 2020 itu diikuti 20 anak-anak dan pemuda Dusun Wotgalih.
Advertisement
“Pelaksanaan program pelatihan membaca Al-Qur’an dan bimbingan belajar difokuskan kepada anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan dimulai dengan pemutaran film anak-anak, dan nonton bersama mereka sehingga ada kedekatan antar mereka dan mengurangi rasa canggung. Melalui kegiatan nonton film bersama ini akhirnya banyak anak yang tertarik dan datang berkumpul ke lokasi, hati mereka senang dan bergembira yang pada akhirnya membuat anak-anak semangat dan tertarik untuk mengikuti kegiatan selanjutnya,” kata Arif melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.
Agenda selanjutnya adalah membaca bahan buku pelajaran yang ada di sekolah melalui kegiatan pelatihan bimbingan belajar
“Pembiasaan membaca ini dimulai dengan membaca buku-buku bahan pelajaran yang ada di sekolah melalui pembimbingan belajar.
“Kemudian yang tidak kalah penting daripada bahan-bahan bacaan yang ada yaitu membaca Al-Qur’an sehingga sangat dirasa perlu untuk memberikan pelatihan membaca Al-Qur’an. Sebagaimana diketahui di data bahwa mayoritas penduduk adalah beragama Islam, maka perlu sekali diselipkan membaca bahan-bahan yang meliputi kegiatan keagamaan seperti membaca al Qur’an ataupun buku-buku bacaan keagamaan lainnya. Selanjutnya, sebagai upaya terakhir dalam mengupayakan untuk membudayakan kebiasaan membaca di masyarakat ini adalah dengan pemenuhan fasilitas atau sarana,” ujar dia.
Menurut Arif, untuk membudayakan membaca di masyarakat Wotgalih Gunungkidul ini banyak terkendala. Salah satu kendala utama adalah masih minimnya fasilitas dan penggerak. Hal itu disebabkan oleh kesibukan yang kebanyakan para pemuda disana sudah masuk ke dunia kerja sejak di usia lepas dari SMP ataupun SMA. Mereka merantau ke kota sehingga otomatis tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan bimbingan bagi anak-anak di masyarakat, entah melalui TPA maupun kegiatan yang lain.
“Kegiatan pengabdian selama sebulan ini memberikan kesadaran kepada orangtua, pemuda, dan semua warga masyarakat bahwa penting sekali memberikan pendampingan bagi anak-anak di usia sekolah dasar terutama di keluarga dan lingkungan masyarakat. Tidaklah cukup pemberian pendidikan dan pengetahuan di sekolah saja tanpa disokong oleh keluarga dan lingkungan masyarakat dalam memberikan wawasan keilmuan dan keagamaan bagi anak-anak, sebab waktu yang mereka habiskan di sekolah tidaklah sebanyak waktu yang mereka habiskan di keluarga dan di masyarakat. Mendampingi mereka saat bermain maupun belajar merupakan suatu hal yang sangat penting agar kelak mereka menjadi generasi belajar,” ucap dia. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- UMY Bantu Warga Dusun Sonyo Pahami Pentingnya Komunikasi Bencana
- UMY Kolaborasi dengan PDM Bantul Kembangkan Agribisnis Singkong
- LP3M UMY Bersama DLH Bantul Wujudkan Kampung Ramah Lingkungan
- UMKM dan PKK di Dusun Ngebel Dilatih Manajemen Organisasi
- KKN REG IT 120 UMY Bantu Digital Marketing UMKM di Bantul
Advertisement
Advertisement
Kisah di Balik Layar Filing for Love, Gong Myung Deg Degan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








