Dosen UMY Rancang Mesin Penghancur Bonggol Jagung Jadi Pakan Ternak

Alat penghancur bonggol jagung rancangan Tim Pengabdian Masyarakat UMY untuk warga Desa Ngleses Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. - Ist/dok UMY
10 November 2020 01:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Desa Ngleses merupakan salah satu desa di Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan mayoritas warganya bekerja sebagai petani padi dan jagung. Ketika masuk waktu panen jagung, petani hanya mengambil biji jagung dan tidak memanfaatkan bonggol jagungnya.

Bonggol jagung yang juga merupakan hasil dari panen belum dimanfaatkan secara maksimal. Hasil observasi lapangan diketahui bahwa beberapa warga memanfaatkannya sebagai bahan bakar api untuk memasak dan bahkan ada yang digunakan untuk menambal jalan yang rusak. Padahal bonggol jagung memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pakan ternak dengan membentuknya menjadi serbuk atau bonggol jagung halus.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang terdiri dari Azhim Asyratul Azmi, Krisdiyanto, dan Totok Suwanda merancang dan pembuatan alat penghancur bonggol jagung untuk warga Desa Ngleses agar bonggol jagung dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Baca juga: Bertahun-tahun Sulit Dapat Listrik, Petani di Pesisir Kulonprogo Kini Andalkan Panel Surya

Proses perancangan mesin meliputi perancangan poros pisau penghancur bonggol, perhitungan daya motor penggerak, serta desain rangka. Pada perancangan ini, mesing penghancur jagung dilengkapi dengan roda agar mudah memindahkan mesin apabila hendak beroperasi di luar ruangan.

Berdasarkan hasil perancangan diketahui bahwa mesin penghancur bonggol jagung mampu beroperasi dengan baik menggunakan motor penggerak bensin 5,5 hp ketika kecepatan putaran poros pemutar pisau sebesar 2000 rpm.

Kepala Urusan Keuangan Desa Ngleses, Bambang Pujiono sebagai mitra dari tim pengabdian masyarakat UMY, mengaku senang dengan adanya bantuan mesin penghancur bonggol jagung tersebut. Menurutnya mesin tersebut dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mengolah bonggol jagung.

Baca juga: Pemerintah Berkomitmen Hadirkan Akses Pendidikan Setara

“Semoga dengan adanya bantuan mesin penghancur bonggol jagung ini, dapat menjadikan pengolahan bonggol jagung lebih optimal, karena sebelumnya bonggol jagung dengan jumlah sangat banyak di sini biasanya tidak dimanfaatkan lagi atau dibuang begitu saja," katanya, dalam rilis, Senin (9/11/2020).

Mesin yang telah diproduksi kemudian diuji coba bersama warga Desa Ngleses yang sebelumnya telah diberikan sosialisai terkait tata cara penggunaan mesin itu sendiri. Kriteria kelayakan hasil bonggol jagung yang telah dihancurkan langsung dinilai sendiri oleh warga berdasarkan pengalaman mereka dalam merawat ternak.

Warga Desa Ngleses menilai bonggol jagung hasil dari mesin penghancur telah layak untuk dikonsumsi oleh ternak. Karakteristik bonggol jagung halus yang hasil dari mesin penghancur sedikit lebih besar daripada pakan ternak yang biasa ditemukan di pasaran.

Akan tetapi karakteristik bonggol jagung halus seperti ini dinilai warga lebih baik. Karena berdasarkan pengalaman, pakan ternak yang terlalu halus akan menyebabkan proses pencernaan ternak kurang baik.