UMY Latih Ibu-Ibu Sekitar Kampus Mahir Membaca Al Qur'an

Program Intensif Pemberantasan Buta Aksara pada Ibu-Ibu Jamaah Pengajian Masjid Al Mubarok yang diadakan oleh UMY. - Istimewa
30 September 2020 18:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kholifatul Fauziah, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menggelar pelatihan dengan tema Program Intensif Pemberantasan Buta Aksara pada Ibu-Ibu Jamaah Pengajian Masjid Al Mubarok.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu berlangsung di Masjid Al Mubarak, RT 002, Tegalrejo, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada 15 Oktober 2019  sampai dengan 10 Maret 2020.

Sementara, penutupan kegiatan secara resmi ditandai dengan penyerahan sarana belajar berupa meja belajar, buku Iqra dan buku Aku Pintar Membaca pada Rabu, 9 September 2020.

“Kegiatan ini diikuti 19 ibu-ibu jemaah pengajian Masjid Al Mubarak. Tujuan kami adalah pemberantasan buta aksara huruf hijaiyyah pada ibu-ibu di lingkungan sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” ujar Kholifatul melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Program dijalankan dengan tiga jenis kegiatan. Pertama, Pelatihan Baca Al Qur'an dengan Metode CBSA (Cara Belajar Santri Aktif) Buku Iqra'. Targetnya adalah meningkatkan kompetensi peserta pelatihan dalam mengenali serta melafalkan huruf-huruf hijaiyaah sesuai dengan makharijul huruf. Secara spesifik, pelatihan ini menargetkan agar peserta pelatihan dapat lolos EBTA Jilid 1 Buku Iqra' dengan baik.

Kedua, Pemberian Motivasi Belajar. Hal ini dilakukan dengan memberikan taushiyah sebelum dan atau sesudah pertemuan dimulai. Tujuannya adalah untuk menjaga motivasi belajar peserta pelatihan agar aktif datang dan memenuhi target yang diharapkan.

Ketiga, Pengembangan manajemen program. Tujuannya adalah agar pelatihan tersebut berjalan efektif, sesuai kebutuhan dan terukur tingkat keberhasilannya. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan proses input - throughput - output. Pada proses input, para peserta diberikan pre-test membaca Al Qur'an agar terpetakan level kebutuhan peserta yang paling mendesak dari peningkatan kemampuan membaca Al Qur'an. Pada proses throughput, peserta diberikan motivasi belajar pada setiap pertemuan serta pencatatan secara tertib pencapaian peserta pada kartu prestasi Iqra'. Adapun pada proses output, dilakukan pengukuran secara kuantitatif pada tingkat keberhasilan para peserta dalam melewati EBTA Jilid 1 Buku Iqra'. Adapun pengukuran output secara kualitatif dilakukan dengan memberikan survei tingkat kepuasan program pada perwakilan dari mitra pengabdian.

“Ke depannya, kalau kami sudah lancar, kami bisa mengadakan tadarus,” kata Jumini, peserta pelatihan sekaligus takmir Masjid Al Mubarak Bagian Pendidikan.