Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Dusun Pepen Jetis Bantul Menjadi Fokus Pengabdian UMY

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lewat skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Dusun Pepen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul. - Istimewa
29 September 2020 22:22 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lewat skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Dusun Pepen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul, mendorong masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga lewat konsep Sedekah Sampah.

Tim Pengabdian UMY yang diketuai Gatot Supangkat, dosen Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, dan beranggotakan Adhianty Nurjanah, dosen Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mengadakan serangkaian kegiatan dari Maret sampai dengan September 2020.

“Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat agar mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Solusi yang ditawarkan adalah FGD [focus group discussion] dan penyuluhan serta pelatihan mengelola sampah organik rumah tangga dan teknik pemilahan sampah. Kami juga mendampingi pembentukan lembaga Sedekah Sampah,” kata Gatot Supangkat melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Menurut Gatot,  masyarakat Dusun Pepen sudah sadar akan kebersihan lingkungan dan mempunyai program pilah sampah yang dijalankan oleh sebagian pemuda-pemudi. Sampah dipilah di setiap rumah warga dan kemudian diambil oleh pemuda-pemudi yang menjualnya kepada agen rongsok di dusun tersebut.

“Namun, setelah program pilah sampah berjalan beberapa kali, program tersebut vakum atau sudah tidak lagi berjalan. Hal tersebut disebabkan rendahnya minat pengurus terhadap program pilah sampah. Di samping itu, belum semua masyarakat memahami arti penting pengelolaan sampah bagi keberlangsungan kebersihan dan keindahan lingkungan yang akan berdampak pada kesehatan lingkungan masyarakat secara umum,” kata Gatot.

Situasi itu membuat Tim Pengabdian UMY meluncurkan program Penerapan Konsep Sedekah Sampah Sebagai Upaya Penanganan Sampah Rumah Tangga di Dusun Pepen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.

Kegiatan diawali dengan obesrvasi dan silaturahmi dengan tokoh masyarakat serta kader Rumah Pilah Sampah (RPS) Dusun Pepen pada 13 Maret 2020.  Tim UMY kemudian mengunjungi RPS pada 24 Juni dan mengetahui bahwa RPS dijalankan oleh ibu-ibu PKK di setiap RT.

“Karena selama masa pendemi Covid-19 masyarakat membatasi akses keluar masuk dusun, kegiatan pendampingan harus diundur selama tiga bulan,” kata Gatot.

Selanjutnya, pendampingan untuk inisiasi penguatan kelembagaan RPS dilakukan pada 14 Juli 2020. Pelatihan pengelohan sampah organik menjadi pupuk kompos diadakan tiga hari kemudian pada 17 Juli 2020.  RPS Dusun Pepen juga mengikuti pelatihan dan workshop pengelolaan sampah di Dusun Jejeran 1, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret. pada tanggal 29 Juli 2020.

“Pelatihan dan workshop dihadiri oleh trainer dari UPT DLH Kabupaten Bantul sebagai narasumber dan 13 perwakilan ketua RPS yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul. Tujuan dari pelatihan dan workshop adalah percepatan pemanfaatan mesin pencacah sebagai alat pengolah sampah organik. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menambah keterampilan pengurus RPS sehingga mampu menerapkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos,” kata Gatot.

Tim UMY juga melakukan pendampingan administrasi dan pembukuan pada 12 Agustus 2020. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol Covid-19 sehingga hanya melibatkan perwakilan kader kelembagaan pilah sampah. Materi yang diberikan meliputi administrasi Buku Besar Sedekah Sampah yang merupakan alat untuk merekap hasil transaksi keuangan penjualan pilah sampah dan meteri administrasi Arus Kas Sedekah Sampah yang merupakan alat untuk mencatat laporan keuangan mengenai pemasukan dan pengeluaran kas kelembagaan dalam periode tertentu.

Di tahap terakhir, UMY memberikan hibah operasional berupa bantuan dana untuk kegiatan pengelolaan kelembagaan pilah sampah pada 18 September 2020 di Dusun Banjardadap. Kegiatan dihadiri oleh Tim Pengabdian UMY beserta perwakilan kader kelompok RPS Sedekah Sampah. Hibah berupa uang tunai sebesar Rp1 juta dan sejumlah sapu tangan.

“Tujuan dari penyerahan hibah operasional yaitu untuk menunjang sarana dan prasarana kelembagaan pilah sampah yang masih belum memadai. Selain itu, manfaat hibah adalah memberikan motivasi kepada penggurus RPS agar tetap berkomitmen dalam mengelola kelembagaan pilah sampah. Pengurus juga menandatangani surat pernyataan komitmen bahwa akan melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan seluruh sarana dan prasana yang ada.”