Perajin Batik di Bayat Klaten Dilatih Manfaatkan Medsos

Pelatihan pemanfaatan medsos untuk pemasaran batik di Dusun Karang Gumuk RT03/RW07, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. - Istimewa
17 September 2020 16:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Perajin batik di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, dilatih memanfaatkan media sosial secara optimal untuk memasarkan produk mereka.

Nuryakin, dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memanfaatkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk membantu memperkuat pemasaran online produk batik di Kacamatan Bayat. Pelatihan barlangung pada 12 September 2020 dan diikuti 16 perajin batik tulis.

“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan penguasaan media sosial untuk pemasaran online,” kata Nuryakin melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Dusun Karang Gumuk RT03/RW07, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, saat ini telah memiliki 32 perajin batu tulis yang perlu memahami pemasaran online.

“Kegiatan pengabdian ini juga menjadi upaya menjalin keberlanjutan program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan stakeholders, dalam hal ini pelaku usaha kesil dan menengah Batik Alami di Desa Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten,” ucap Nuryakin.

Koordinator klaster UKM batik di Karang Gumuk, Suharjo, berharap kegiatan tersebut mampu memberikan pemahaman kepada para pelaku UKM batik dalam meningkatkan penjualan produk mereka melalui media online.