Desa Sadar Konstitusi & Sadar Bencana Didorong di Lereng Merapi

Penyuluhan desa sadar konstitusi di Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada 19 Juli 2020. - Istimewa
17 September 2020 11:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMANUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong desa di lereng Merapi, Sleman, untuk lebih sadar konstitusi dan sadar bencana.

Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), Iwan Satriawan, dosen Fakultan Hukum UMY, menggelar pelatihan yang diikuti 20 orang di Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada 19 Juli 2020.

“Tujuan program ini adalah memberikan pemahanam hak-hak konstitusional warga negara, khususnya daerah yang rentan terkena bencana alam dari Gunung Merapi,” kata Iwan.

Penyuluhan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Agus Setyo Muntohar selaku ahli teknik tanah, Iwan Satriawan ahli hukum tata negara, dan Sunarno Ibrahim ahli hukum agraria dan kebencanaan.

Menurut Iwan, masyarakat harus mengerti akan hak-hak warga negara yang perlu dipenuhi ketika terjadi mitigasi bencana alam agar tidak terjadi simpang siur, dan pengabaian HAM oleh pemerintah.

“Pada hakikatnya hak-hak warga negara wajib dijunjung tinggi di sebuah negara demokrasi. Apabila lalai dalam pemenuhannya, pemerintah dapat dikatakan telah melanggar nilai-nilai HAM dan demokrasi yang telah diatur oleh UUD 1945. Perlindungan dan pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara di wilayah yang rentan bencana merupakan kewajiban seluruh pihak, terutama pemerintah,” kata dia.