UMY Implementasikan Platform untuk Memudahkan E-Learning di 2 Sekolah di Kulonprogo

Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) dengan tema Implementasi LMS Moodle untuk E-Learning SD Muhammadiyah Maesan dan SD Muhammadiyah Bangeran, Kulonprogo. - Istimewa
17 September 2020 10:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hanifah Rahmi Fajrin, dosen Teknik Elektromedik, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memimpin tim yang menjalankan Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) dengan tema Implementasi LMS Moodle untuk E-Learning SD Muhammadiyah Maesan dan SD Muhammadiyah Bangeran.

Pengabdian masyarakat itu berlangsung di SD Muhammadiyah Bangeran dan SD Muhammadiyah Maesan, Lendah, Kulonprogo dari Desember 2019 sampai dengan Juli 2020 dan diikuti 20 guru kedua sekolah tersebut.

“Tim pengabdian masyarakat mengimplementasikan platform learning management system (LMS) moodle untuk e-learning pada SD Muhammadiyah Maesan dan SD Muhammadiyah Bangeran. Platform e-learning ini akan memudahkan para guru atau staf pengajar dalam membuat konten bahan ajar berbasis teknologi informasi,” kata Hanifah melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap kegiatan yaitu survei awal dan mengurus izin dari pemangku organisasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lendah; penyiapan sarana kegiatan, penyiapan tenaga pendamping, pelaksanaan, evaluasi kegiatan, pembuatan laporan, pendampingan implementasi; dan seminar hasil. Secara garis besar tahap pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tahap survei kondisi awal meliputi sarana dan prasarana ICT, kemampuan dan kompetensi awal para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada bidang penguasaan teknologi informasi, pemanfaatan ICT sebelum pelaksanaan kegiatan, persiapan bahan dan alat, pelaksanaan pengabdian, pelaporan dan evaluasi kegiatan serta publikasi ilmiah.

Survei awal dilakukan pada saat menyusun proposal usulan, yaitu Desember 2019 dan survei lanjutan dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Juni 2020 dengan mengunjungi lokasi mitra untuk memastikan ketersediaan tempat dan waktu kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tidak sesuai rencana yang semula diagendakan pada Maret hingga April 2020. Kegiatan baru dapat dilaksanakan pada 23 Juli dan tanggal 29 juli 2020 akibat kesibukan para guru menyiapkan berkas kelulusan siswa yang pada tahun 2020 ini menggunakan olahan nilai rapor belajar siswa.

“SD Muhammadiyah Bangeran hanya memiliki siswa kurang dari 30 orang sedangkan siswa di SD Muhammadiyah Maesan berjumlah lebih dari 50 orang.

SD Muhammadiyah Bangeran tidak memiliki fasilitas jaringan internet, projector yang layak digunakan serta ruang kelas yang kurang memadai dari aspek ukuran dan ketersediaan jaringan listrik di setiap kelas. SD Muhammadiyah Bangeran terletak di tengah permukiman penduduk di tengah pedesaan yang berkontur lembah dan akses internet mobile yang tidak stabil. Sedangkan SD Muhammadiyah Maesan berada di tepi jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Galur dengan Kota Wates,” kata dia.

Menurut Hanifah, kedua SD manyambut positif dan sangat terbantu sekali dengan adanya kegiatan ini.

“Apalagi pada masa pandemi sekarang, platform online berupa LMS sangat dibutuhkan untuk proses belajar mengajar. Kami selaku tim pelaksanaan pengabdian mengharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan dan moddle data terus digunakan dalam membantu proses belajar mengajar,” ucap dia.