UMY Bantu Persiapan Akreditasi Klinik 'Aisyiyah

Pelatihan persiapan akreditasi klinik bekerja sama dengan persyarikatan 'Aisyiyah. - Istimewa
14 September 2020 03:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Arlina Dewi, dosen Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pelatihan persiapan akreditasi klinik bekerja sama dengan persyarikatan ‘Aisyiyah. Pelatihan bertema Peningkatan Kemampuan Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Melalui Analisis Modus Kegagalan dan Dampak itu digelar selama tiga hari pada 21-23 Februari lalu.

Kegiatan pengabdian ini adalah bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY yang diikuti 48 peserta yang meliputi pemilik klinik 'Aisyiyah, pimpinan klinik 'Aisyiyah, dan tim mutu klinik 'Aisyiyah

“Peserta pelatihan berjumlah lebih dari 48 peserta berasal dari 11 klinik rawat inap dan tujuh klinik rawat jalan yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia. Materi pelatihan disampaikan oleh pakar di bidang akreditasi. Materi pelatihan adalah Quality & Patient Safety: Pengantar Akreditasi FKTP, Penerapan Keselamatan Pasien di FKTP, dan lain-lain,” ujar Arlina melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Pada hari terakhir kegiatan pelatihan, peserta dipandu untuk melakukan kunjungan ke klinik pratama 24 jam Firdaus UMY yang telah terakreditasi dan menjadi klini terbaik se-DIY dan terbaik ketiga Nasional. Hal ini bertujuan agar peserta mampu mengambil contoh dalam mengembangkan klinik yang berkualitas di daerah masing-masing

“Peserta mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan adanya workshop lagi. Ke depan bahkan kalau bisa ada rekaman audio dari pemberi materi sehingga peserta dapat mempelajari di rumah,” ucap Arlina.

Menurut dia, sebagian besar klinik mengalami kendala karena adanya faktor internal, faktor klinik, dan komitmen persyarikatan. Faktor internal, terjadi dari dalam individu karyawan meliputi pengetahuan, kepedulian, dan persiapan karyawan dalam melakukan akreditasi klinik. Faktor klinik berupa fasilitas dan sarana prasarana, pelayanan klinik, dana, pengaruh pemilik klinik, dan komitmen pimpinan daerah yang kurang mendukung dalam mempersiapkan akreditsai klinik.

“Upaya mensukseskan akreditasi klinik perlu adanya komitmen yang kuat baik dari pimpinan ‘Aisyiyah daerah, dan karyawan kinik. Hal ini tentu perlunya dukungan pengetahuan tentang akreditasi yang cukup, sehingga meraka memiliki rasa tanggung jawab dalam menyediakan layanan kesehatan yang terakreditasi dan berkualitas bagi masyarakat,” kata dia.