UMY Gelar Pelatihan Melek Digital untuk Guru

Narasumber dan peserta Pelatihan dan Penguatan Melek Literasi Digital di Lingkugan Pimpinan Muhammadiyah (PDM) Sleman Bagi Guru SD Muhammadiyah berfoto bersama seusai pelatihan di Joglo Asri, Jalan Kaliurang, Sleman, Selasa (8/9/2020) lalu. - Istimewa
13 September 2020 13:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Guru dituntut mengikuti tren dalam penyampaian materi pembelajaran, terebih di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi sangat dibutuhkan agar materi pembelajaran tersampaikan dengan baik kepada siswa.

Pernyataan itu disampaikan oleh Aris Fauzan, Dosen Magister Ilmu Agama Islam (MIAI), Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Yogyarakta (UMY) dalam Pelatihan dan Penguatan Melek Literasi Digital di Lingkugan Pimpinan Muhammadiyah (PDM) Sleman bagi Guru SD Muhammadiyah di Joglo Asri, Jalan Kaliurang, Sleman, Selasa (8/9/2020) lalu.

Selain Aris Fauzan, narasumber lainnya dalam pelatihan yang digelar Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdasmen) PDM Sleman bekerja sama Dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY tersebut adalah Nurul Yamin, Dosen MIAI UMY, dan Suwadi, Ketua Disdasmen PDM Sleman.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 guru SD Muhammadiyah di Sleman yang mengampu mata pelajaran pendidikan Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab atau Ismuba. Aris Fauzan yang juga Ketua Tim PKM mengatakan Ismuba merupakan ciri khas sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ia mengakui selama ini masih ada peyampaian materi Ismuba disampaikan monoton dan kurang maksimal, “Harapan kami dari tim jangan sampai penyampaian materi Ismuba yang menjadi ciri khas dari sekolah-sekolah Muhammadiyah terutama SD disampaikan normatif dan kaku, tapi dengan nuansa lebih digitalis mengikuti tren. Apalagi sekarang penyampaian pembejalaran daring, harus ada penanganan lebih lanjut,” kata Aris, Sabtu (12/9/2020).

Aris mengatakan guru harus mengikuti tren, salah satunya menguasai digital, karena saat ini siswa dan guru mau tidak mau harus memanfaatkan alat komunikasi dan jaringan internet dalam penyampaian. Terlebih siswa saat ini lebih sering bermain dengan telepon pintar ketimbang buku.

Sumber-sumber rujukan Ismuba saat ini juga suah bisa diakses secara daring oleh siswa sehingga yang dibutuhkan adalah kreatifitas guru dalam penyampaian dan penjelasannya. “Guru harus bisa mengarahkan juga siswanya rujukan-rujukan Ismuba yang benar,” ucap dia.

Dalam kegiatan tersebut juga dikenalkan situs-situs Muhammadiyah yang bisa diakses seperti http://m.muhammadiyah.or.id/, www.suaramuhammadiyah.id/,  https://mentarinews.com/tag/pp-muhammadiyah/, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Aris mengatakan dalam pelatihan juga muncul ide untuk pembuatan video learning dengan modul yang belum dimiliki Dikdas PDM Sleman dan akan segera digarap dalam waktu dekat ini.

Erna Nur Dwicahyani, salah satu peserta pelatihan dan guru SD Muhammadiyah Kregan Sleman, mengaaku pelatihan melek digital yang digelar benar-benar memuka pandangan guru dimasa sekarang tentang pentingnya memiliki kemampuan dalam bidang informasi teknologi (IT) dan menerapkannya dalam sistem pembelajaran kepada siswa, sehingga guru dan siswa tidak ketinggalan pembelajaran.

“Harapan saya kegiatan semacam ini bisa diadakan lagi dan ada tindak lanjut yang berkesinambungan sehingga terjadi peningkatan kualitas guru Ismuba di lembaga Muhammadiyah dan menjadi guru yang berkemajuan serta berwawasan luas,” kata Erna.