UMY Tingkatkan Pemahaman Kader Kesehatan terhadap TB-DM

Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Komorbiditas Tuberculosis-Diabetes Mellitus (TB-DM) di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Jl. Sultan Agung No.14, Wirogunan, Pakualaman, Kota Jogja, beberapa waktu lalu. - Istimewa
26 Agustus 2020 01:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digagas Fitria Nurul Hidayah dan Merita Arini, dosen Prodi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY memberdayakan komunitas melalui Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Komorbiditas Tuberculosis-Diabetes Mellitus (TB-DM).

Sesi edukasi ini berlangsung di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Jl. Sultan Agung No.14, Wirogunan, Pakualaman, Kota Jogja, beberapa waktu lalu. Sedikitnya 35 kader TB Care 'Aisyiyah mengikuti kegiatan ini.

“Tujuan pemberdayaan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang komorbiditas TB-DM yang meliputi aspek klinis (gejala, bahaya, pencegahan), meningkatkan pengetahuan kader tentang komunikasi efektif kepada masyarakat, serta memastikan engagement dan kesinambungan program TB-DM di masyarakat,” kata Merita Arini melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Lantaran masih dalam suasana pandemi, seluruh peserta, panitia, maupun pemateri mematuhi protokol kesehatan sejak masuk ke gedung dengan cara cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, cek suhu, selalu memakai masker, tidak bersalaman, dan jaga jarak minimal satu meter.

Sesi edukasi dilakukan dengan dua materi utama, yaitu Aspek Klinis TB-DM dan Program TB-DM dan Komunikasi Efektif. Materi disampaikan oleh tim dosen FKIK UMY dan Savina Hasbiani, dokter Puskesmas Danurejan 1. Kepada peserta juga dibagikan leaflet TB -DM dan video edukasi. Selain kedua materi utama, peserta juga mengisi pre-test dan post-test yang hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang siginifikan. Guna menambah kesemarakan, di akhir kegiatan tim penyelenggara juga membagikan doorprize berupa masker nonmedis kepada enam peserta yang aktif mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi dan bisa menjawab pertanyaan pemateri dengan tepat.

“TB-DM merupakan masalah ganda dalam sistem kesehatan di Indonesia bahkan dunia. Kedua penyakit ini juga termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di dunia. Meningkatnya jumlah penderita DM, bahkan Jogja menduduki peringkat ketiga nasional berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, meningkatkan risiko makin tingginya penderita TB. Hal ini dimungkinkan karena DM merupakan salah satu faktor risiko TB, yang artinya penderita DM lebih rentan tertular TB,” ujar Fitria.

Menurut dia, kader kesehatan, termasuk Kader TB Care 'Asiyiyah sangat potensial mendukung keberhasilan program pemerintah. Kader yang umumnya telah memiliki pengetahuan yang baik dalam hal TB perlu ditingkatkan pengetahuannya terhadap TB-DM yang umumnya memiliki gejala yang tidak khas dan lebih sulit diobati.  Masifnya penemuan kasus TB pada penderita DM diharapkan akan menyukseskan Indonesia menjadi zero TB pada tahun 2035.

"Kami berharap kegiatan ini berkesinambungan, tidak berhenti hanya di sini. Pelibatan puskesmas untuk turut memberikan materi kami harapkan bisa mendorong terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang makin intens antara kader dengan Puskesmas, " kata Merita.

Sementara, peserta mengapresiasi sesi edukasi ini.

"Materi insyaallah bisa dipahami, peserta juga antusias. Kami mengucapkan terima kasih kepada para dokter yang telah memberikan materi dan menginisiasi kegiatan ini," ujar Rere, pengurus TB Care 'Aisyiyah Kota Jogja.