UMY Kampanyekan Dagusibu Selama Pandemi Covid-19

Pelatihan Kader Muda Kesehatan Muhammadiyah se-PDM Sleman untuk pemakaian obat. - Istimewa
30 Juli 2020 14:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sabtanti Harimurti, dosen Farmasi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) mengadakan pelatihan pemakaian obat kepada pada kader kesehatan melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah).

Kegiatan yang diadakan di Sedayu pada 15 Maret 2020 - 24 Juli 2020 ini diikuti 16 Kader Muda Kesehatan Muhammadiyah se-PDM Sleman. Sabtanti menyosialisikan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dalam pemakaian obat kepada para kader kesehatan agar bisa ditularkan kepada masyarakat sekitarnya.

“Pelatihan kader dilakukan pada 15 Maret 2020 ketika masa pembatasan akibat pandemi Covid-19 belum diterapkan. Acara diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari perwakilan pengurus cabang Muhammadiyah se- Sleman. Kegitan dilaksanakan di Aula Masjid Darussalam, Ngentak, Argorejo, Sedayu, Sleman,” kata dia melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Pelatihan tentang Dagusibu adalah bagian dari program pelatihan yang dikoordinasikan oleh Lazizmu Pimpinan Muhammadiyah Sedayu untuk Kader Kesehatan Muhammadiyah Sleman agar bisa merawat masyarakat dengan baik dan benar. Selama pelatihan, mahasiswa dan tenaga kependidikan Program Studi Farmasi turut serta memeriahkan dan melancarkan acara.

Selingan “Tik Tok” menambah meriah acara, sementara pre-test dan post-test dilakanakan untuk mengewaluasi keberhasilan pelatihan. Di akhir acara semua peserta diberi sertifikat peserta pelatihan. Tiga terbaik pre-test diberi hadiah hiburan berupa uang masing-masing Rp100.000. 

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat dalam pengelolaan obat di rumah masing-masing mendukung WFH (work from home). Pengetahuan Dagusibu untuk obat-obatan sangat diperlukan agar bisa merawat seluruh anggota keluarga dengan baik dan benar,” kata dia.

Manfaat akan pemahaman Dagusibu dalam mengelola obat di masa pandemi dilaporkan oleh beberapa kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan melaui Google Form.

“Mereka menyampaikan bahwa selama masa pandemi tidak mengalami kesulitan dalam mengelola obat. Untuk mendukung pemahaman tentang Dagusibu, kami menghibahkan buku panduan tentang Dagusibu untuk awam dan kader kesehatan serta sebuah kotak obat beserta isinya kepada Lazizmu Sedayu pada 24 Juli 2020,” ujar Sabtanti.