UMY Jalankan Literasi Media untuk Keluarga Muda Desa Wonokromo Plered di Masa Pandemi Covid-19

Penyuluhan literasi media digital untuk keluarga muda. - Istimewa
29 Juli 2020 22:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Hadirnya teknologi media baru di tengah masyarakat luas membawa perubahan yang signifikan dalam gaya berkomunikasi. Hal ini tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan tetapi juga di perdesaan. Teknologi  informasi dan komunikasi dalam media televisi, gadget, smartphone, dan internet mengubah pola interaksi  dan gaya komunikasi masyarakat di daerah perdesaan.

Kegiatan bersosial yang semula dilakukan secara langsung atau tatap muka yang menjadi ciri masyarakat gemeinschaft yang guyub rukun di pedesaan, sedikit demi sedikit berubah, mulai meluntur dengan memilih berkomunikasi melalui media. Media telah menjadi jembatan dalam komunikasi masyarakat. Masyarakat perdesaan mulai  akrab dan nyaman menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Banyak yang mulai menyelami, menikmati dan bahkan  kecanduan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, ketika kegiatan kerja WFH (work from home) dan belajar sekolah banyak dilakukan di rumah, aktifitas menggunakan media, internet, medsos semakin meningkat.

Dampak hadirnya berbagai media komunikasi juga dirasakan oleh keluarga muda di perdesaan. Hal ini dirasakan juga di kelurahan Desa Wonokromo, Plered, Bantul.

Banyak temuan bapak-bapak muda asyik dengan bermedia sosial, Dacebook, WA dan akses internet untuk berkomunikasi. Ibu-ibu muda kecanduan nonton sinetron di televisi, doyan akses internet dan asyik bermedsos. Anak-anak  jarang keluar rumah, asik di kamar dengan bermedsos maupun nge-game online. Aktivitas bekerja, belajar dan belanja, serta silaturahmi pun banyak diwakili oleh media sosial di dunia maya.

Hal ini ditambah banyaknya perusahaan yang menawarkan kemudahan dan kepraktisan jasa berbagai sector barang dan jasa melaui online, yang semakin memudahkan kehidupan keluarga muda di pedesaan.  Bahkan sering terjadi, dalam suatu keluarga muda, antara bapak, ibu dan anak bertemu dalam satu ruangan namun yang terjadi mereka asik dengan gadget masing-masing tanpa interaksi personal yang langsung dan nyata. Komunikasi bermedia melalui dunia virtual, telah menggeser interaksi dan keakraban dalam keluarga muda.

Apalagi saat terjadi penyalahgunaan dalam bermedia baru tersebut, menyebabkan rawan terjadinya perselingkuhan, kesalahpahaman, sehingga berujung konflik dan keretakan dalam hubungan rumah tangga.

Anak yang semula penurut menjadi sulit diatur, mudah emosi, sulit diajak aktivitas religi, dan antisosial karena kecanduan game online yang memang mengasyikkan. Urusan sekolah pun jadi sering kacau balau. Hal ini tentunya menambah runyam kondisi keluarga muda di daerah perdesaan. Di satu sisi, mereka membutuhkan media tersebut (sesuai tuntutan zaman), tapi di sisi lain mereka terhanyut dalam keasyikan di dalamnya, kurang bisa mengatur dan mengendalikan sehingga menimbulkan ekses-ekses negatif yang tidak diharapkan.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Divisi Pengabdian Masyarakat LP3M menangkap keresahan yang ada. Program pengabdian masyarakat dirancang untuk memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat, di tengah keluarga muda wilayah perdesaan Wonokromo.  Pada Minggu, 26 Juli 2020 diselenggarakan pengabdian masyarakat di wilayah Wonokromo, tepatnya di serambi Masjid Taqwa Wonokromo dari pukul 08.30 WIB sampai 12.00 WIB.

Peserta dibatasi 40, mewakili pasangan keluarga di sekitar Desa Wonokromo seperti Jejeran, Pandes, Brajan, Ketonggo, wonokromo 1 dan 2, Jati, Sareyan, Bedukan Plered, dan bersama paguyuban wali murid (representasi keluarga muda) serta perwakilan sekolah SMPN 1 Plered. Tentunya acara dilakukan  dengan protokol kesehatan.

Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMY, Ayu Amalia, aktivitas yang dilakukan adalah penyuluhan literasi media. Penyuluhan mengangkat problematika keluarga muda dan solusinya untuk mengatasi kecanduan gadget, kecanduan sinetron televisi, bijak bermedia sosial dan internet, melek media baru dan mengurangi kecanduan game on line pada anak.  Penyuluhan literasi media ini mengundang pembicara ahli-ahli komunikasi media dari Prodi Ilmu Komunikasi UMY, yaitu Zuhdan  Aziz, Taufiqurrahman, dan Suciati.

Masing-masing dengan perspektif yang khas. Zuhdan dengan perspektif  literasi media sinetron dan film. Taufiq dengan perspektif literasi media sosial dan internet, sedangkan Suci dengan perspektif psikologi komunikasi dalam mengurangi kecanduan gadget pada orang tua dan game online pada anak.

Tujuan utama dari penyuluhan media ini adalah untuk membentuk keluarga muda tangguh yang melek media dengan bisa bijak mengatur dan mengendalikan media.

Saat pelaksanaan acara, peserta  cukup antusias, karena tema yang diangkat nyambung dengan problematika yang dihadapi di era kekinian.

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang merupakan pasangan keluarga muda tampak menyimak dengan seksama. Saat sessi tanya jawab juga dimanfaatkan dengan baik. Banyak pertanyaan terkait problem-problem yang mereka hadapi. Terkuak, banyak sekali problem yang muncul terkait penggunaan media tv, internet, media sosial, game online, smartphone dalam kehidupan keluarga mereka. Di akhir penyuluhan, peserta merasa mendapatkan banyak manfaat, karena problematika dari permasalahan-permasalahan mereka terkait media mulai mendapatkan solusi dan pencerahan.

“Literasi media yang dijalankan Tim Pengabdian Masyarakat UMY banyak manfaatnya bagi kami,” kata perwakilan mitra pengabdian, Sumiyati, Anang, Sholeh, Tutik, Risma, Alifah, Nisma, Asri dan peserta lainya yang semangat mengikuti acara literasi media yang diselenggarakan.