Olahan Kelor Tambah Variasi Usaha Angkringan

Penyuluhan kepada anggota Kelompok Toga Surtri'as Panbar di Desa Gluntung Kidul, Kecamatan Pandak, Bantul. - Istimewa
28 Juli 2020 13:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tanaman kelor bisa dipakai untuk menambah variasi makanan yang dijual di angkringan.

Titiek Widyastuti, dosen Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadikan kelor sebagai fokus utama Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY di kelompok Tiga Surtri’as Panbar Bantul.

Titiek memberikan penyuluhan kepada 20 anggota Kelompok Toga Surtri’as Panbar di Desa Gluntung Kidul, Kecamatan Pandak, Bantul.

“Kami berusaha menambah variasi olahan kelor dalam usaha angkringan dan peralatan yang lengkap agar usaha yang dirintis oleh Kelompok Toga Surtri’as Panbar semakin berkembang dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain yang akan mengembangkan usaha serupa,” kata Titiek melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Kegiatan diawali dengan penggalian potensi dan keinginan kelompok melalui forum diskusi baik individual maupun. Selanjutnya, Tim Pengabdian UMY memberikan penyuluhan dan praktik olahan kelor, penyuluhan manajemen usaha, bantuan peralatan olahan kelor, pendampingan pasca-pelatihan, dan monitoring and evaluating (monev).

“Kami juga membuat laporan kegiatan dan penggunaan anggaran serta publikasi hasil PKM di jurnal nasional, media massa, dan video yang diunggah di Youtube,” kata Titiek.

“Secara umum pelaksanaan PKM berjalan lancar. Ada sedikit kendala dalam teknis pelaksanaannya karena dampak pandemi Covid-19. Ada pengembangan metode dan pelatihan yang mundur dari jadwal yang direncanakan.”