Ubah Limbah Kuliner Jadi Pupuk Organik, UMY Berdayakan Pedagang Pantai Depok

Pelatihan mengolah limbah kuliner menjadi pupuk organik yang diadakan Tim Pengabdian UMY. - Istimewa
27 Juli 2020 11:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dipimpin Susanawati, dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, memberikan pelatihan pengolahan limbah kuliner menjadi pupuk organik kepada pedagang anggota Paguyuban Warung Kuliner Mina Bahari 45, Pantai Depok, Bantul.

Pelatihan yang menjadi bagian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY ini diikuti oleh 30 pedagang.

“Pantai Depok adalah salah satu pantai terkenal di Kabupaten Bantul. Selain keindahan pantai dan pasirnya, di kawasan tersebut juga banyak ditemukan warung-warung kuliner yang menjual hasil olahan ikan laut. Warung-warung tersebut tergabung dalam paguyuban yang diberi nama Mina Bahari 45,” kata Susanawati melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Banyaknya pengunjung di warung-warung tersebut membuat limbah sisa makanan terkumpul dalam jumlah yang tidak sedikit.  Biasanya para pemilik warung hanya membuangnya lewat petugas pembuang sampah.

“Akibatnya, limbah tersebut berdampak kurang baik bagi lingkungan, padahal limbah warung kuliner tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik,” ujar dia.

Melalui dana hibah pengabdian kepada masyarakat dari Dikti, Tim Pengabdian UMY yang diketuai oleh Susanawati dan beranggotakan Mulyono serta Zuhud Rozaki mengedukasi dan melatih anggota kelompok warung kuliner Mina Bahari 45 Pantai Depok, Bantul untuk mengolah limbah warung makanan mereka menjadi pupuk padat dan cair.

Pengabdian dimulai dengan penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan, dan potensi pemanfaatan limbah warung kuliner menjadi pupuk organik. Selanjutnya, diadakan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair menggunakan limbah warung kuliner.

“Untuk mendukung kegiatan tersebut, Tim Pengabdian UMY juga menghibahkan alat komposter sejumlah 30 buah. Dengan hibah alat komposter tersebut, anggota kelompok warung kuliner Mina Bahari 45 bisa langsung praktik dan memanfaatkan limbah warung kuliner mereka menjadi pupuk organik secara mandiri,” ujar Susanawati.

Dengan hibah itu pula, penerima manfaat menjadi lebih banyak. Warung kuliner yang bisa memanfaatkan komposter itu bisa lebih dari 30 karena komposter ditempatkan menyebar ke seluruh wilayah warung kuliner di Pantai Depok.

“Satu komposter bisa dimanfaatkan oleh lebih dari satu warung.”

Pupuk organik dari limbah warung kuliner tersebut kemudian diuji di laboratorium, dan hasilnya menunjukkan unsur N (Natrium) yang tinggi yang baik untuk tanaman.

Selanjutnya Tim Pengabdian UMY melatih anggota Mina Bahari 45 agar bisa mengemas dan memasarkan pupuk organik yang sudah mereka hasilnya. Pada kesempatan ini Tim Pengabdian UMY menghibahkan mesin penyegel plastik dan label merek pupuk organik hasil pengabdian ini.

“Melalui pengabdian ini, kami berharap masalah limbah bisa teratasi dan pupuk organik bisa menambah nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar Pantai Depok,” kata Susanawati.