Pemanfaatan Barang Bekas untuk Alat Peraga Edukasi Membuat Pembelajaran di PAUD Lebih Kreatif

Pelatihan pemanfaatan barang bekas untuk alat peraga edukasi yang diadakan UMY. - Istimewa
18 Juli 2020 09:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJAUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pelatihan pemanfaatan barang bekas untuk membuat alat peraga edukasi bagi siswa PAUD. Pelatihan yang menjadi bagian Program Kemitraan Masyarakat UMY ini diadakan di Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, 11 Juli 2020 dan diikuti 22 orang dari Paguyuban PAUD.

Kegiatan ini digagas oleh Atik Septi Winarsih, dosen Ilmu Pemerintahan, Fisipol UMY. Sementara, pemateri dalam pelatihan pemanfaatan barang bekas untuk alat peraga edukasi (APE) adalah Tasia Indan Lestari. Pelatihan dibuka oleh Plt Pembina Paguyuban PAUD Kelurahan Notopradjan.

“Peserta dibagi dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok membuat APE yang berbeda dan didampingi oleh narasumber. Masing masing peserta membuat empat bentuk APE yang berbeda yaitu sapi dari botol yakult bekas, boneka dari kaus kaki, ayam dari sedotan dan bulu kemoceng serta membuat pesawat dari sendok plastik,” ujar Atik melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Selanjutnya, setiap kelompok yang sudah menyelesaikan karyanya berpindah ke kelompok yang lain untuk membuat APE yang lain. Sementara, narasumber berputar mengelilingi tiap kelompok untuk mengarahkan dan membuat karya yang benar.

Ketua Paguyuban PAUD, Soraya, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota paguyuban. Hasil pelatihan akan diajarkan kepada murid PAUD sehingga pembelajaran lebih kreatif, interaktif, dan berguna.

“Karena memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak dipakai,” ucapnya.