Manfaatkan Jamur, UMY Bantu Kendalikan Hama Durian di Pemalang

Penyuluhan pembuatan biopestisida berbahan jamur Metarhizium sp. kepada 30 anggota Kelompok Tani Mandiri di Dusun Randu Timur, Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. - Istimewa
13 Juli 2020 10:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, PEMALANGUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membantu petani durian di Dusun Randu Timur, Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengendalikan hama melalui Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di bawah bimbingan dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Ihsan Nurkomar.

Tim KKN UMY mengadakan penyuluhan pembuatan biopestisida berbahan jamur Metarhizium sp. kepada 30 anggota Kelompok Tani Mandiri.

“Selain Kelompok Tani Mandiri, terdapat juga beberapa kelompok tani lain beserta staffDinas Pertanian Pemalang yang sama-sama berpartisipasi aktif pada kegiatan ini,” kata Ihsan melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pengabdian masyarakat tahun sebelumnya sebagai upaya pengendalian hama uret pada durian yang menjadi komoditas pertanian unggulan Kabupaten Pemalang.

Pada kegiatan ini, para petani diberi pelatihan cara pembuatan biakan murni jamur Metarhizium sp., cara perbanyakan jamur pada media jagung, dan cara membuat jamur menjadi biopestisida sederhana untuk aplikasi di lapangan.

“Kegiatan ini dilakukan kembali karena adanya masalah produksi biopestisida yang tidak dapat dilakukan secara berkelanjutan. Maka dari itu, beberapa peralatan seperti tabung reaksi, biakan jamur Metarhizium, biji jagung, enkas, box isolasi dan lemari es dihibahkan kepada Dinas Pertanian agar dapat memfasilitasi para petani di Warungpring untuk memproduksi biopestisida jamur Metarhizium secara mandiri dan berkelanjutan. Para petani juga diajarkan konsep pemasaran biopestisida yang telah dibuat agar menjadi sumber penghasilan lain dalam usaha tani,” ujar Ihsan.

Saeri, staf Dinas Pertanian Warungpring mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberi wawasan dan ilmu baru dalam upaya pengendalian hama. Sementara, Ikhwan, Ketua Kelompok Tani Mandiri menuturkan kegiatan seperti ini pernah dilakukan sebelumnya, akan tetapi penyuluhan ini lebih menyeluruh karena petani diajarkan proses pembuatan biopestisida dalam berbagai tahap.