UMY Inisiasi Lembaga Pengelolaan Sampah di Jetis Klaten

Benchmarking di Bank Sampah Jati Diri, Dusun Wareng, Wangen, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, oleh Pengurus PKK RW 03 Jetis, Tarubasan, Karanganom, Klaten. - Istimewa
06 Juli 2020 15:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Nur Rahmawati, menginisiai pembentukan lembaga pengelolaan sampah di Jetis, Tarubasan, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY yang digelar pada Minggu (5/7/2020) ini diikuti 12 pengurus PKK RW 03 Jetis. “Tujuan kami adalah mengubah cara berpikir masyarakat agar memandang  sampah sebagai barang yang mempunyai nilai ekonomi,” kata Nur Rahmawati melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Senin (6/7/2020).

Menurut dia, kegiatan ini dilaksanakan karena rendahnya pengetahuan dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, pengelolaaan sampah yang belum terintegrasi dan terpadu, serta adanya anggapan bahwa sampah tidak mempunyai nilai ekonomi. 

“Kegiatan ini dimulai dengan mengajak pengurus PKK RW 03 sebanyak 12 orang melakukan benchmarking ke bank sampah yang sudah berhasil di wilayah Kecamatan Polanharjo yaitu Bank Sampah Jati Diri yang berlokasi di Dusun Wareng, Wangen, Polanharjo, Klaten, pada Minggu, 5 Juli 2020.  12 Pengurus PKK RW 03 ini diharapkan menjadi pionir, pembuka jalan dan calon pengelola bank sampah di wilayah Jetis,” ujar Nur Rahmawati.

Dalam sambutannya di depan pengurus PKK RW 03 Jetis, Nur mengatakan benchmarking  ini bertujuan membuka wawasan pengelolaan bank sampah.

“Ini merupakan ajang belajar bersama tentang bagaimana mengelola bank sampah mulai dari pemilahan sampah, administrasi pengelolaan bank sampah dan administrasi keuangannya.”

Sementara, Ketua Bank Sampah Jati Diri, Andi, menjelaskan tentang sejarah berdirinya bank sampah, kendala kendala yang dihadapi, manajemen administrasi dan manajemen keuangan bank sampah.

“Respons peserta sangat baik dalam kegiatan ini, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan tentang keingintahuan dalam pengelolaan bank sampah, bagaimana memilahkan sampah plastik, kertas, kaca dan lain lain serta bagaimana pencatatan administrasi dan perhitungan keuangannya. Kegiatan selanjutnya yaitu melihat praktik pemilahan sampah plastik, pemilahan sampah kertas, pemilahan sampah kreasi, dan pemilahan rosok sampah,” ucap Nur Rahmawati.

Kegiatan ini  juga dihadiri oleh anggota Tim Pengabdian UMY, yakni Pujastuti S. Dyah dan tiga mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. 

“Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus bank sampah dan sosialisasi  ke anggota PKK RW 03 Jetis,” kata Nur Rahmawati.

Salah satu pengurus PKK RW 03 Jetis, Dwi Prabowo, mengatakan kegiatan ini sangat menarik dan membuka wawasan karena selama ini banyak orang mengira sampah sebagai barang kotor.

“Ternyata sampah bisa dimanfaatkan dan dijual,” katanya.