UMY Dampingi Petani Kanigoro Saptosari Olah Singkong agar Semakin Menarik

Penyuluhan dan pelatihan produk olahan singkong oleh Tim UMY. - Istimewa
12 Mei 2020 14:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, diwujudkan dalam penyuluhan dan pelatihan pengolahan produk olahan singkong. Kegiatan itu berlangsung di Balai Dusun Ngresik, Desa Kanigoro, pada Kamis (23/1/2020).

Muhammad Fauzan, Ketua Tim Pengabdian UMY sekaligus dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMY penyuluhan dan pelatihan yang diikuti 35 ibu-ibu dusun setempat itu dilatarbelakangi melimpahnya hasil panen singkong masyarakat Ngresik.

“Kondisi ini membuka peluang bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat, jika singkong diolah dan dipasarkan dengan baik. Sejauh ini, hasil panen singkong umumnya dijual mentah atau diolah menjadi gaplek. Ini tidak berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga petani. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan petani,” kata Fauzan melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pengembangan produk olahan singkong menjadi kuliner inovatif, seperti keripik dam stik singkong memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha mikro di masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam singkong serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan nilai olahan singkong. Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk olahan singkong merupakan upaya mewujudkan masyarakat yang tangguh dan mampu memaksimalkan potensi sumber daya yang ada dengan memberdayakan potensi pangan lokal,” ujar dia.

Dalam sambutannya, Supiyono, Kepala Dusun Ngresik, menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat UMY yang telah mengadakan acara ini.

“Acara ini akan sangat bermanfaat bagi warga masyarakat, yang mayoritas bekerja sebagai petani,” kata dia.

Materi penyuluhan dan praktik membuat keripik singkong diberikan oleh Ninin Kristanti dan tim. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan bahwa singkong sangat fleksibel untuk dapat diolah menjadi produk makanan, baik secara langsung seperti dibuat aneka kripik singkong maupun menjadi bahan makanan setengah jadi (intermediate) berupa tepung, yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kue. Pengembangan produk olahan singkong merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian karena melalui proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Nilai tambah yang semakin besar atas produk pertanian, khususnya singkong, dapat berperan bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Peningkatan ekonomi yang besar akan berdampak bagi peningkatan lapangan usaha dan pendapatan masyarakat yang muara akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat keripik singkong sangatlah sederhana dan murah, yaitu singkong segar, kapur sirih, dan air. Bumbu halusnya terdiri dari garam, gula, bawang merah, bawang putih dan minyak.

“Dalam praktinya, singkong dikupas dan dicuci bersih, lalu diiris menggunakan alat khusus, agar hasil irisannya berukuran tipis dan sama. Kemudian, siapkan air dan masukkan kapur sirih, lalu rendam singkong ke dalam air kapur sirih. Tambahkan bumbu yang telah dihaluskan. Setelah dibiarkan selama 60 menit, angkat lalu tiriskan. Singkong lalu dijemur sampai benar-benar kering. Selanjutnya, singkong digoreng pada api sedang sambil terus diaduk. Setelah kering, angkat lalu tiriskan. Terakhir, keripik dikeringkan menggunakan alat spinner agar benar-benar kering dan awet,” ucap narasumber.

Ibu Marsiyem, kader PKK Dusun Ngresik Desa Kanigoro, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat karena mampu menyadarkan masyarakat setempat untuk melakukan diversifikasi olahan singkong.

“Produk keripik singkong aneka rasa bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat jika dipasarkan dengan baik.”

Setelah penyuluhan dan pelatihan ini, Tim Pengabdian Masyarakat UMY memberikan hibah bantuan spinner (alat peniris minyak untuk keripik) dan hand sealer (alat untuk mengemas kemasan plastik keripik) kepada kelompok PKK Dusun Ngresik Desa Kanigoro.

Sampai Maret 2020, Tim Pengabdian Masyarakat UMY masih terus mendampingi produksi dan pengemasan, serta mendampingi pembukaan jaringan pasar produk keripik singkong aneka rasa.