UMY Dorong Peningkatan Kualitas Sapi Perah di Jlarem Boyolali

Penyuluhan peningkatan kualitas sapi perah di Dusun Jlarem, Desa Jlarem, Boyolali, Jawa Tengah. - Istimewa
15 April 2020 16:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Jlarem dan Dusun Ngaglik, Desa Jlarem, Kecamatan Gladaksari, Boyolali, Jawa Tengah, membantu masyarakat setempat meningkatkan kualitas sapi perah, belum lama ini.

“Sasaran kegiatan Penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat dengan tema Optimalisasi Pengelolaan Komoditas Masyarakat yang membahas tentang peningkatan kualitas sapi perah adalah masyarakat Dusun Jlarem yang bekerja sebagai peternak sapi perah. Total jumlah peserta dalam penyuluhan peningkatan kualitas sapi berjumlah 22 orang,” kata dosen pembimbing KKN, Ilham Maulana Saud, melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Tim KKN-PPM UMY di Dusun Jlarem dan Ngaglik beranggotakan Ilham Maulana Saud, Ietje Nazaruddin, dan Evi Rahmawati. Bersama mahasiswa KKN Kelompok 045, tim bekerja sama dengan Dinas Peternakan Boyolali menghadirkan narasumber Gunawan Andriyanta, Kepala Bidang Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, dalam penyuluhan yang dihadiri 22 peserta.

Ilham, dosen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY ini mengatakan tujuan penyuluhan peningkatan kualitas sapi perah adalah mendorong masyarakat mampu berwirausaha melalui sapi perah yang mereka miliki dengan kualitas yang baik serta menghasilkan produksi susu perah yang baik pula.

Narasumber memberikan materi dengan tema Optimalisasi Pengelolaan Komoditas Masyarakat, membahas tentang cara memilih bibit sapi yang baik, memilih pakan yang sehat, serta memperhatikan kesehatan hewan ternak. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab

“Masyarakat sangat antusias karena penyuluhan yang menghadirkan perangkat pemerintah daerah baru diadakan kali pertama dan hal ini sangat membantu mereka. Segala aspirasi masyarakat bisa langsung didengar serta bisa langsung ditindaklanjuti,” ujar Ilham.

“Sektor peternakan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor peternakan merupakan salah satu subsektor yang menjadi motor penggerak pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. Namun pengetahuan masyarakat perdesaan mengenai cara menghasilkan sapi perah yang berkualitas masih kurang. Dengan demikian, kami harapkan materi-materi yang disampaikan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali bisa memberikan solusi dan meningkatkan kualitas hewan ternak masyarakat.”