UMY Bantu Tingkatkan Kualitas Kesehatan Remaja Puron Bantul Lewat Film Pendek & Seminar

Seminar kesehatan mental remaja di Dusun Puron, Trimurti, Srandakan, Bantul, beberapa waktu lalu. - Istimewa.
24 Maret 2020 11:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 105 mengadakan dua kegiatan di Dusun Puron, Trimurti, Srandakan, Bantul.

Kelompok KKN yang diketuai Ganang A. Herlambang dan dibimbing dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis, Margaretha Dharmayanti Harmanto, tersebut menggelar pembuatan film pendek (short movie) pada 19 Januari 2020 dan Seminar Kesehatan Mental Remaja pada 16 Februari 2020. Dua kegiatan itu diikuti remaja yang tergabung dalam Posyandu Remaja.

Film pendek yang dibuat oleh mahasiswa KKN bertema anemia pada remaja.

“Tema ini dipilih karena dua tahun yang lalu hampir 60% remaja di Dusun Puron mengalami anemia, meskipun sekarang sudah tidak ada lagi yang mengidap anemia berkat kerja sama antara Dudun Puron dan Puskesmas Srandakan dengan mengadakan Posyandu Remaja secara rutin,” kata Margaretha melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja beberapa waktu lalu.

Pembuatan film pendek ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas. Pemeran dalam film ini adalah pemuda dan pemudi dusun setempat. Naskahnya disusun mahasiswa KKN, Naura Sayoga, yang juga menjadi sutradara. Naskah tersebut kemudian disunting oleh dosen pembimbing lapangan Margaretha Dharmayanti Harmanto.

“Anemia tidak hanya terjadi pada orang dewasa ataupun ibu hamil, akan tetapi juga bisa terjadi pada remaja. Secara umum, dengan adanya short movie ini, masyarakat khususnya para remaja akan lebih mempunyai kesadaran untuk membiasakan pola hidup sehat,” ujar Margaretha.

Film pendek karya mahasiswa KKN UMY diunggah di Youtube dengan judul ICAREU.

Sementara, seminar kesehatan digelar untuk memberikan wawasan tentang perawatan kesehatan mental bagi para remaja, khususnya terkait dengan meregulasi emosi, karena kesehatan psikis juga berpengaruh pada kesehatan fisik.

“Remaja memang memiliki kendala dalam meregulasi emosi. Jika diberikan edukasi sejak dini, mereka dapat meregulasi emosinya sehingga ketika dewasa kelak mereka dapat memiliki emosi yang stabil,” kata Margaretha.

Irwan Rosidi, psikolog klinis di Lembaga Psikologi Terapan UAD, yang diundang sebagai narasumber dalam seminar tentang kesehatan mental remaja, mengatajan peserta antusias mengikuti seminar dan sungguh-sungguh dalam mengikuti latihan relaksasi yang diajarkan oleh fasilitator. Peserta menjadi lebih nyaman setelah melakukan relaksasi, yang terdiri dari relaksasi pernapasan, otot, dan visual.

“Relaksasi diberikan agar para peserta bisa melakukan secara mandiri untuk meregulasi emosi. Harapannya peserta dapat mengaplikasikan materi yang telah diajarkan, sehingga dapat meregulasi emosi dengan cara yang tepat agar memiliki kesehatan mental yang baik,” kata Iwan.

Wahyudi Purwanto, Kepala Dusun Puron, mengungkapkan pembuatan film pendek dan seminar kesehatan mental remaja ini membuat masyarakat lebih mengenal kegiatan Posyandu Remaja.

“Selain itu, kegiatan ini bisa meningkatkan semangat dari adik-adik untuk ikut Posyandu Remaja.”