Warga Wates Boyolali Dilatih Mengolah Wortel Menjadi Makanan Ringan

Pelatihan pengolahan wortel oleh tim KKN-PPM UMY Kelompok 068 di Dusun Wates, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. - Istimewa
13 Februari 2020 15:42 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Ibu-ibu penduduk Dusun Wates, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mendapatkan pelatihan pengolahan wortel menjadi makanan ringan dari tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 068.

Rangkaian pelatihan di bawah bimbingan dosen Pendidikan Bahsa Arab, Fakultas Pendidikan Bahasa, Muh. Naim Madjid, tersebut berlangsung dari 7 Januari sampai dengan 6 Februari 2020 dan diikuti 30 orang.

“Melalui program KKN-PPM ini warga Dusun Wates dapat merasakan manfaat materi berupa perolehan pendapatan berbasis bisnis ekonomi kreatif maupun nonmateri berupa etos kerja, ta'awun, dan semangat kebersamaan. Warga, khususnya ibu-ibu, sangat antusias, bersemangat dan senang dengan pengolahan wortel menjadi makanan ringan,” kata Naim Madjid melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Selasa (11/2/2020).

Menurut dia, kegiatan pemberdayaan ini diawali dengan sosialisasi tentang tujuan dan manfaat pengolahan wortel menjadi makanan ringan dalam meningkatkan ekonomi warga.

“Kemudian kami demonstrasikan pengolahan wortel untuk memberi pemahaman kepada ibu-ibu tata cara pengolahan. Setelah itu pelatihan dilaksanakan dengan membagi ibu-ibu ke dalam beberapa kelompok. Mereka diajari cara mengemas hasil pengolahan dan kemudian memasarkan produk wortel stik [wortik],” ucap Naim.