Pilah Sampah di Rumah, Keluarga di Desa Karangsari Wonosobo Mendapat Sertifikat

Pengelolaan sampah di Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang diprakarsai oleh UMY. - Istimewa
10 Februari 2020 18:57 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, WONOSOBO—Aris Slamet Widodo, dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), memberdayakan masyarakat Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melalui program pengelolaan sampah mandiri dengan metode kaderisasi.

Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini melibatkan 400 kepala keluarga Desa Karangsari. “Sasaran kegiatan adalah seluruh kader PKK di tiap dusun di Desa Karangsari. Ada lima dusun di Karangsari, yaitu: Karangsari, Silemud, Sukroseno, Garungan, dan Karang Luas. Penyuluhan kepada semua kader dilaksanakan pada 19 Januari 2020, dihadiri Kepala Desa Karangsari dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo,” kata Aris melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Minggu (9/2/2020).

Aris yang menjadi narasumber dalam penyuluhan tersebut mengajak seluruh kader secara persuasif meminta tiap kepala keluarga untuk memilah sampah di rumah. Kepala keluarga yang bersedia memilah sampah akan diberi sertifikat penghargaan dari Kepala Desa Karangsari yang diketahui Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo.

“Kepala keluarga mendapat tas karung sebagai alat pemilah sampah yang akan dibawa ke pengelola Shodaqoh Sampah. Namun, kepala keluarga terlebih dahulu harus menandatangani surat komitmen kesediaan sebagai keluarga pemilah sampah,” ujar Aris.

PPDM dilanjutkan dengan gerakan pemilahan dan sedekah sampah secara serentak di lima dusun pada 7 Februari 2020. Hasil penjualan sampah langsung disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Gerakan Shodaqoh Sampah yang pertama tersebut mampu mendapatkan uang Rp450.000, sebagian besar dari penjualan plastik botol minuman dan kardus bekas.  Masyarakat termotivasi dan berharap program berjalan secara rutin sebulan dua kali,” ujar Aris.