UMY Dorong Pembentukan Shodaqoh Sampah untuk Atasi Limbah di Karangsari Wonosobo

UMY membantu pengelolaan sampah di Dusun Karangsari, Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. - Istimewa
10 Februari 2020 18:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, WONOSOBO—Tim Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membantu mengatasi persoalan sampah di Dusun Karangsari, Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melalui konsep Shodaqoh Sampah.

Aris Slamet Widodo, dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, yang menjadi dosen pembimbing lapangan mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada 70 kader PKK Dusun Karangsari pada 12 Januari 2020.

“Materinya tentang sampah rumah tangga yang menjadi limbah dan tidak mendapatkan penanganan yang baik sehingga merusak lingkungan. Hasil dari penyuluhan ini, 10 kader masyarakat bersedia untuk membentuk pengelola Shodaqoh Sampah,” kata Aris melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Minggu (9/2/2020).

Selanjutnya, pengurus Shidaqoh Sampah dilantik. Aris juga memberikan pelatihan penguatan kelembagaan dan alur kerja Shodaqoh Sampah. Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Karangsari, Camat Sapuran, PKK kecamatan dan desa, serta perangkat desa dan perwakilan organisasi Aksi Peduli Linggkungan (Appel) Wonosobo.

“Pelantikan ditandai dengan penandatanganan surat komitmen pengelola Shodaqoh Sampah dan pemberian penghargaan sertifikat kepada pengelola dari Desa Karangsari yang diketahui Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo. Kader masyarakat Desa Karangsari mengaku sudah menunggu program ini sejak lama, sehingga antusias dan berkomitmen menjalankan program Shodaqoh Sampah,” ucap Aris.