Tim KKN UMY Bantu Perbaiki Alat Kesehatan di Puskesmas Saptosari Gunungkidul

Tim KKN-PPM UMY mengadakan kegiatan di Puskesmas Saptosari, Gunungkidul. - Istimewa
10 Februari 2020 17:32 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuat program peningkatan kesehatan masyarakat melalui perbaikan dan inovasi alat kesehatan di Puskesmas Saptosari, Gunungkidul, 6 Februari 2020.

“Perbaikan peralatan kesehatan masyarakat ini diikuti 30 tenaga medis Puskesmas Saptosari,” kata Wisnu Kartika, dosen D3 Teknologi Elektromedis UMY sekaligus dosen pembimbing lapangan tim KKN-PPM UMY, melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Minggu (9/2/2020).

Kegiatan itu diawali dengan survei lokasi oleh tim KKN yang berdiskusi dengan Kepala Puskesmas Saptosari, Ridwan, sebelum menentukan kapan kegiatan dilaksanakan.

“Kami kemudian sepakat program KKN-PPM UMY diadakan di Puskasmas Saptosari pada 6 Februari 2020. Pada tanggal tersebut, perbaikan alat kesehatan juga diikuti oleh 10 anggota tim KKN Kelompok 113, satu perwakilan tim KKN Kelompok 046, dosen, laboran, dan mahasiswa semester IV D3 Teknologi Elektromedis,” kata Wisnu.

Menurut dia, dalam proses perbaikan, tim menemukan masalah pada sterilisator yang selama ini tidak dapat digunakan. Alat ini membuat listrik mati pada sumber tegangan PLN. Setelah diperiksa, ternyata sterilisator ini bekerja pada tegangan 220 V AC dan aliran listrik pada lantai kedua Puskesmas Saptosari tidak mencapai 220 V AC.

“Saran dari tim kami adalah menggunakan genset yang tersedia. Ketika menggunakan genset, alat tersebut dapat bekerja dengan baik. Tim kami juga menyarankan apabila alat ECG tersebut dipakai pada pagi hari, elektrodanya dibersihkan pada sore hari supaya elektroda lebih awet,” ujar Wisnu.

Ridwan, Kepala Puskesmas Saptosari, menyampaikan terima kasih karena dibantu memperbaiki peralatan kesehatan yang ada.