Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kuwaru Bantul Jadi Cara Ampuh Hilangkan Kebiasaan Buang Sampah di Sungai

Pelatihan pengelolaan sampah oleh tim KKN-PPM UMY di Dusun Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, beberapa waktu lalu. - Istimewa
10 Februari 2020 17:02 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 043 melatih warga Dusun Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, mengelola sampah rumah tangga.

Dosen pembimbing lapangan, Putri Rachmawati, mengatakan kegiatan yang diikuti 50 warga dusun setempat ini berlangsung tiga kali, yakni pada 11 Januari, 4 Februari, dan 8 Februari.

“Ada dua jenis kegiatan. Pertama, pengelolaan manajemen sampah sehingga masyarakat mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik. Kedua, mengolah dan mengumpulkan sampah anorganik sehingga budaya membuang sampah di sungai tidak ada,” kata dosen Program Vokasi Teknologi Mesin UMY tersebut melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Minggu (9/2/2020).

Pada 11 Januari, tim KKN-PPM UMY mengadakan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bersama pengurus PKK setempat di rumah Hari Agung Nugroho, Kepala Dusun Kuwaru. Acara ini menghadirkan Agus Subagya, Ketua Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JSPM)  Kabupaten Bantu, sebagai salah satu narasumber.

“Materi yang disampaikan tentang manajemen pengelolaan sampah di rumah tangga. Pemateri memberikan edukasi pengelompokan sampah organik dan anorganik. Sampah tersebut tidak semua kita buang, tetapi dapat kita manfaatkan dengan diolah kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat,” kata Putri.

Pada 4 Februari, tim KKN mengadakan edukasi tentang bank sampah di rumah Kepala Dusun Kuwaru. Acara ini menghadirkan pemateri dari Dusun Sambeng 2, yakni perwakilan kelompok Bank Sampah Amanah.

“Ini sekaligus menjadi studi banding antardusun. Kegiatan ini dihadiri oleh KKN UMY Kelompok 043, anggota PKK, dan perwakilan Karang Taruna Dusun Kuwaru. Tema kegiatan adalah memisahkan sampah anorganik yang bisa dijadikan kerajinan dengan sampah yang tidak bisa diolah,” kata Putri.

Acara terakhir sekaligus penutup kegiatan KKN UMY 43 di Dusun Kuwaru digelar pada 8 Februari.

“Terdapat beberapa rangkaian acara seperti jalan santai mengelilingi Dusun Kuwaru, sarapan bubur bersama, hingga membagikan undian. Selain itu, ada penyerahan barang-barang yang diberikan untuk Dusun Kuwaru seperti tempat sampah, buku tabungan bank sampah, rak buku, dan perlengkapan salat untuk diinventariskan di beberapa musala dan masjid yang berada di Dusun Kuwaru,” ujar Putri.

Dalam sambutan pelepasan, Kepala Dusun Kuwaru Hari Agung Nugroho yang mewakili warga Kuwaru, menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing lapangan dan tim KKN UMY 043 yang telah menjalankan program pemberdayaan selama satu bulan.

“Kami mengapresiasi setiap kegiatan, tim KKN juga memberi saran serta solusi untuk setiap permasalahan,” ujar Kepala Dusun Kuwaru.