KKN UMY Gairahkan Kembali Desa Wisata Karangsari di Wonosobo

Pelatihan susur sungai di Desa Wisata Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). - Istimewa
05 Februari 2020 19:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, WONOSOBO—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menggelar pelatihan susur sungai.

Pelatihan dibagi dalam dua kegiatan, yakni silaturahmi dan diskusi kelompok sadar wisata (pokdarwis) pada 24 Januari 2020 serta pelatihan susur sungai pada 1 Februarui 2020. Kegiatan itu melibatkan 20 anggota Pokdarwis Desa Karangsari, tokoh masyarakat desa setempat, dan anggota Tim SAR Kecamatan Sapuran.

“Kegiatan itu bertujuan menggairahkan kembali serta meningkatkan kapasitas kelembagaan Pokdarwis Desa Karangsari,” kata Bambang Wahyu Nugroho, dosen pembimbing lapangan KKN-PPM UMY di Desa Karangsari, melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Rabu (5/2/2020).

Bambang mengatakan pimpinan pokdarwis sejak awal dilibatkan dalam participatory rural appraisal (PRA) untuk menemukan masalah yang paling penting dihadapi oleh Pokdarwis Desa Karangsari. Sementara. anggota pokdarwis dilibatkan secara aktif dalam focus group discussion (FGD), baik untuk lokakarya penyempurnaan naskah AD-ART Pokdarwis Karangsari maupun pemetaan status hukum lahan wisata di Desa Karangsari.

“Pimpinan pokdarwis atau anggota yang ditunjuk kemudian didampingi dalam menempuh proses pemenuhan syarat dan prosedur pendirian badan hukum Perkumpulan Pokdarwis Desa Karangsari. Partisipasi lain dari Pokdarwis Desa Karangsari adalah secara mandiri dan swadaya atau atas dukungan dari pemerintah desa menyediakan prasarana maupun sarana serta anggaran untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan lokakarya maupun pendampingan tersebut,” ujar dia.

Pemangku kepentingan menyambut positif kegiatan tersebut. Edi Sucipto, Kepala Desa Karangsari, mengaku senang karena kegiatan ini bisa menggairahkan kembali pokdarwis yang dulu dibentuk pada 2016 tapi selama ini mati suri. “Berkat kerja sama dengan KKN UMY, pokdarwis dapat dikonsolidasikan lagi. Ke depan, saya berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan sehingga impian untuk mewujudkan Karangsari sebagai Desa Wisata yang benar-benar hidup dan menyejahterakan akan dapat terwujud,” kata dia.

Afgan, Koordinator Tim SAR Kecamatan Sapuran juga senang diundang dan diajak kerja sama dalam pengembangan Desa Wisata Karangsari. Dalam pengembangan desa wisata berbasis alam, aspek keamanan bagi pengguna sarana wisata sangat penting.

“Oleh karena itu kami dengan senang hati membantu memberikan pelatihan menjalankan wisata alam yang aman dan cara memitigasi serta mengantisipasi risiko yang berkaitan dengan wisata berbasis alam seperti di Desa Karangsari ini,” ucap Afgan.

Sementara, Dariyoharjo, Kepala Dusun Garungan, mengatakan pokdarwis sempat tidak aktif dan KKN-PPM UMY bisa memicu kegiatan Desa Wisata Karangsari.

“Saya berharap agar masih ada kelanjutan kegiatan KKN-PPM sampai Pokdarwis Desa Karangsari benar-benar bisa berdaya dan mandiri,” ujar dia.