KKN UMY di Senet Boyolali Dorong Pengolahan & Pemasaran Wortel

Pelatihan pembuatan produk olahan wortel di Dusun Senet, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. - Istimewa/UMY
05 Februari 2020 18:27 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dusun Senet, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memberdayakan kelompok usaha kecil melalui eksplorasi variasi dan pemasaran wortel.

Tumin, dosen Fakultas Agama Islam UMY yang menjadi pembimbing mahasiswa KKN di Senet, mengatakan kegiatan itu berlangsung pada 6 Januari sampai dengan 6 Februari 2020.

“Kegiatan diikuti 40 warga Dusun Senet. Tujuannya membantu memberdayakan sekaligus mempermudah warga Dusun Senet mengelola hasil pertanian sayur yang melimpah menjadi makanan dan camilan yang dapat dipasarkan dan dapat menjadi oleh-oleh di Desa Wisata Selo dan sekitarnya,” ujar Tumin melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Rabu (5/2/2020).

Tumin mengatakan bentuk pemberdayaan ini terdiri dari sosialiasi cara pembuatan, praktik pembuatan, pengemasan produk, serta pengarahan strategi pemasaran kepada para pemuda karang taruna Dusun Senet.

“Mereka menyambut baik program ini  dengan antusias dan merasa senang dengan adanya program semacam ini di dusun mereka,” kata Tumin.

Warga dusun setempat mengolah wortel menjadi keripik dan memberinya merek Carpik, singkatan dari carrot (wortel) keripik yang terdiri dari beberapa varian rasa dan juga kemasan yang menarik. Produk baru ini dibuat untuk meningkatkan perekonomian warga Dusun Senet dan dapat dijadikan oleh-oleh khas Selo, mengingat Desa Selo merupakan desa wisata di Boyolali.

“Proses pembuatan dan pemasaran strategi  Carpik berjalan dengan penuh antusias. Kami harapkan sosialisasi pelatihan tersebut dapat meningkatkan kreativitas warga Dusun Senet dan meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah tersebut,” kata dia.