Lewat Bank Sampah, KKN-PPM UMY Mendorong Kesejahteraan & Kebersihan Dusun Sambeng II Srandakan Bantul

Pelatihan pengelolaan bank sampah oleh tim KKN-PPM UMY di Dusun Sambeng II, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul. - Istimewa
30 Januari 2020 21:37 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kelompok Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibimbing Desi Susilawati, dosen Program Vokasi D3 Akuntansi UMY, meningkatkan kapasitas 20 anggota Bank Sampah “Amanah”  Dusun Sambeng II, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, pada 15 dan 29 Januari 2020.

Pada Rabu (15/1/2020), tim KKN UMY mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas dengan menghadirkan narasumber Zulfa dari Bank Sampah “Gemah Ripah” Bantul.

“Sampah yang dikelola Bank Sampah “Amanah” selama ini langsung dijual ke pengepul dan belum didaur ulang. Pelatihan ini berguna agar barang bekas bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan sehingga bernilai tambah dan bernilai ekonomis. Sampah bisa dibuat menjadi kerajinan bunga, gelang dan ecobrick. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu anggota Bank Sampah “Amanah” dan warga Dusun Sambeng II dalam mengelola sampah dan meningkatkan jiwa wirausaha mereka sehingga bermuara pada peningkatan pendapatan keluarga,” kata Desi melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Kamis (30/1/2020).

Sepekan berikutnya pada Rabu (29/1/2020), tim KKN UMY mengadakan pelatihan pencatatan tertib administrasi.

“Di bank sampah, pembuang sampah atau nasabah dapat  membuka rekening dan secara berkala dapat mengisi tabungan dengan cara memasok sampah sehingga ada semacam buku tabungan yang menunujukkan kesesuaian jumlah tabungan. Biasanya tabungan akan diambil menjelang Lebaran. Untuk itu, dibutuhkan buku nasabah dan pencatatan serta penyusunan laporan  secara jelas dan terinci serta transparan,” ujar Desi.

Tim KKN UMY juga menghibahkan beberapa peralatan untuk memperlancar operasional bank sampah seperti timbangan digital dan analog, terpal, buku tabungan nasabah, karung, trash bag, goni, serta sarung tangan.

“Dengan adanya program bank sampah ini, diharapkan muncul kesadaran dari masyarakat Dusun Sambeng II untuk tidak membuang sampah sembarangan karena sampah dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengelolaan sampah secara mandiri tidak berhenti hanya pada menjual sampah kepada pengepul, tetapi juga dapat dilakukan dengan mengubah barang bekas menjadi produk yang menarik,” tutur Desi.

Sumirah, Ketua Bank Sampah “Amanah” mengatakan nasabah di bank sampah yang sudah berjalan satu tahun ini masih sedikit. Dia mengharapkan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari barang dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu di dusun setempat untuk mengelola sampah dengan lebih baik sehingga anggota Bank Sampah “Amanah” lebih banyak.

“Program kerja KKN-PPM UMY ini diharapkan dapat menambah penghasilan rumah tangga dan menjaga kebersihan lingkungan Dusun Sambeng II,” kata dia.