KKN 114 UMY Bantu Dongkrak Nilai Jual Pisang di Dusun Sawah Gunungkidul

Sosialisasi pemasaran produk olahan pisang yang digelar Kelompok KKN 114 UMY di Dusun Sawah, Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, Kamis (22/1/2020). - Istimewa
29 Januari 2020 19:07 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 UMY yang diterjunkan di Dusun Sawah, Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, membantu masyarakat setempat melalui program pembuatan produk olahan pisang, sosialisasi pemasaran produk, dan pembentukan kelompok Bunda Sawah.

Pengolahan pisang menjadi keripik pisang serta pemberian pengatahuan tentang teknik pemasaran diikuti kelompok ibu-ibu RT dan diadakan di Balai Dusun Sawah, Rabu Rabu (21/1/2020) dan Kamis (22/1/2020).

“Kami mengundang Hery Sulistyo dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan pengetahuan dan arahan kepada masyarakat Dusun Sawah tentang teknik pemasaran produk,” kata Jazaul Ikhsan, dosen Teknik UMY yang menjadi pembimbing KKN 114 UMY, melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Rabu (29/1/2020).

Kelompok KKN 114 UMY juga mengajak perwakilan dari masyarakat untuk memasarkan produk ke beberapa lokasi strategis seperti Pantai Ngobaran dan menitipkannya di warung sekitar serta toko yang menjual macam-macam camilan dan makanan ringan di Imogiri.

“Kegiatan yang terakhir adalah membentuk kelompok bernama Bunda Sawah yang fokus pada pembuatan serta penjualan produk olahan dari pisang,” ucap Jazaul.

Kelompok tersebut dibuat di Masjid RT 3 Dusun Sawah pada Senin (27/1/2020).

Asih, warga setempat ditunjuk sebagai ketua kelompok. “Dengan dibentuknya kelompok ini, saya harap tali silaturahmi ibu-ibu Dusun Sawah semakin erat dan ibu-ibu di sini menjadi semakin kreatif,” ujar Asih.

Kelompok tersebut berisi beberapa ibu dan pemuda Dusun Sawah. Menurut Jazaul, kehadiran pemuda yang melek teknologi dapat membantu memasarkan produk olahan Bunda Sawah hingga tempat yang jauh melalui media sosial.

“Setelah Kelompok KKN 114 UMY ditarik dari Dusun Sawah, kami harap masyarakat setempat dapat meneruskan kegiatan tersebut. Kami juga berharap pemuda sekitar dapat ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian Dusun Sawah di masa yang akan datang,” kata Jazaul.

Supriyanto, Kepala Dusun Sawah mengatakan dusun tersebut memiliki banyak pohon pisang dan berharap KKN UMY bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selama ini, masyarakat menjual pisang tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Semoga pengolahan ini dapat meningkatkan harga jual pisang dan memberdayakan masyarakat di Dusun Sawah,” ujar Supriyanto.