Lele Banyak Diminati, UMY Sosialisasikan Pemberdayaan Lele di Dusun Seropan 1 Bantul

Mahasiswa KKN UMY Kelompok 070 mendampingi pembudidayaan lele di Dusun Seropan I, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Selasa (22/1/2020). - Istimewa
29 Januari 2020 18:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 070 Dusun Seropan I, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, di bawah bimbingan Isnaini Muallidin, dosen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), UMY, mendampingi karang taruna dusun setempat untuk membudidayakan lele.

Pendampingan didahului dengan sosialisasi pada Jumat (7/1/2020) pukul 19.30 WIB di rumah Kepala Dusun Seropan 1.  Menurut Isnaini, permintaan lele di DIY meningkat, pada 2017 bahkan mencapai 48.031 ton.

“Untuk memenuhi kebutuhan permintaan lele yang makin tahun makin meningkat, kami perlu melakukan sosialisasi budidaya lele pada setiap dusun yang tertarik membudidayakan lele. Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemuda berinisiatif membudidayakan lele dan membangun ekonomi kreatif serta produktif di Dusun Seropan 1,” kata Isnanini melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Rabu (29/1/2020).

Kegiatan ini melibatkan pemuda karang taruna dan masyarakat  Dusun Seropan 1. Sosialisasi disampaikan oleh dua narasumber, yakni Eros dan Cony Wanprala, pakar lele dari Desa Dlingo. Materi sosialisasi meliputi penyiapan kolam, air, penebaran benih, perawatan lele, penganganan penyakit lele, dan pemanenan lele.

“Kolam dibuat menggunakan terpal yang cocok pada wilayah yang kekurangan air. Setelah siap, kolam diisi dengan air sebanyak 60% dari kapasitas kolam. Jika kolam tersebut baru atau pertama kali digunakan, bibit jangan langsung dimasukkan karena kolam yang baru masih banyak mengandung bahan kimia berbahaya untuk ikan,” kata narasumber sosialisasi.

Bibit kemudian ditebar setelah air siap. Bibit harus ditebar pada sore hari agar ikan cepat beadaptasi pada suhu air kolam.

“Setelah bibit lele ditebar, kita harus merawat lele dengan memberi pakan sesuai dengan takaran per kolam. Pakan lele diberikan pada jam tujuh pagi dan emoat sore. Lele harus dipantau tip hari. Lele yang berpenyakit harus segera ditangani agar penyakit tidak menyebar pada ikan lainnya. Waktu panen lele sekitar dua hingga tiga bulan.”

Pada Selasa (22/1/2020), Isnaini Muallidin bersama mahasiswa KKN UMY Kelompok 070 dan karang taruna, kepala dusun, serta Cony Wanprala, mendampingi pembudiyaan lele di rumah kepala dusun.

Mereka menebar bibit ikan lele, memberikan pakan secara baik dan benar sesuai jenisnya, menunjukkan cara merawat ikan lele, membuat vitamin ikan lele, serta membersihkan lele setelah panen.

“Sebanyak 2.000 bibit ditebar di dua kolam.  Sebelum bibit lele ditebar, air garam terlebih dahulu ditaburkan ke kolam untuk mengurangi keasaman pada air akibat turunnya hujan deras agar ikan tidak stres. Selepas itu, bibit dapat dimasukkan menggunakan drum yang terbuka agar bibit lele keluar dengan sendirinya dan beradaptasi. Bibit lele dimasukkan pada sore hari agar dapat beradaptasi tanpa stres dengan suhu kolam yang stabil,” kata Isnaini.