Peningkatan Kapasitan untuk Kesehatan Mental MTs Muhammadiyah Bangunjiwo

Peningkatan Kapasistas Sekolah Untuk Mempertahankan Kesehatan Mental dalam Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh di MTs Muhammadiyah Bangunjiwo. - Istimewa
31 Juli 2021 22:17 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Cahyo Setiadi Ramadhan, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Peningkatan Kapasistas Sekolah Untuk Mempertahankan Kesehatan Mental dalam Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh di MTs Muhammadiyah Bangunjiwo.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berlangsung di MTs Muhammadiyah Kasihan, 10 Juli 2021 dan diikuti warga Sekolah MTs Muhammadiyah Kasihan yaitu guru dan pegawai sekolah, siswa, dan orang tua atau wali siswa

Kegiatan penyerahan bantuan hanya diikuti oleh 5 orang yaitu 4 perwakilan sekolah dan 1 pihak dari UMY. Adapun kegiatan peningkatan kapasitas immaterial diikuti 6 peserta

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sekolah khususnya warga sekolah yaitu guru, orang tua/wali, dan siswa untuk menghadapi pembelajaran jarak jauh secara khusus dan pembelajaran di tengah kondisi pandemi Covid-19 secara umum,” kata Cahyo.

Program pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua proses kegiatan, yaitu bantuan bagi sekolah dan pelatihan peningkatan kapasitas warga sekolah. Penyerahan bantuan dilakukan pada 10 Juli 2021. MTs Muhammadiyah Kasihan berencana melakukan peningkatan fasilitasnya untuk mengimbangi antusiasme masyarakat bersekolah di sana. Pada tahun ajaran baru ini Mts Muhammadiyah Kasihan menerima sekitar 100 siswa baru dan terpaksa menolak beberapa siswa pendaftar karena keterbatasan kapasitas ruangannya. Untuk itu, selain membutuhkan peningkatan fasilitas, sekolah juga memerlukan peningkatan kapasitas ruangan. Selain peningkatan kapasitas fisik, diperlukan juga peningkatan kapasitas non fisik. Khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang menimbulkan tekanan psikis serta pembelajaran jarak jauh yang menjadi tantangan bagi siswa sendiri. Oleh karena itu diselenggarakan juga kegiatan kedua yaitu peningkatan kapasitas warga sekolah. Dalam hal ini warga sekolah yaitu guru, siswa, dan wali siswa.

Kegiatan peningkatan kapasitas dilakukan dalam bentuk pelatihan online. Bentuk tersebut dipilih untuk mematuhi aturan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang sedang berlaku. Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut tediri dari tiga topik. Pembahasan pertama yaitu Tips Mengendalikan Emosi Diri Di Tengah Pandemi Covid-19. Tema ini ditujukan bagi guru, siswa, dan wali siswa. Topik kedua yaitu Tips Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh yang ditujukan bagi siswa. Adapun topik ketiga yaitu Pendampingan Anak Belajar Di Tengah Pandemi yang ditujukan bagi guru dan wali siswa.

Peserta mengikuti kegiatan dengan mengakses video yang telah diupload ke Youtube. Setelah menonton video tersebut, peserta dapat mengajukan pertanyaan melalui nomor kontak yang disiapkan. Setelah itu, peserta menjawab berbagai pertanyaan melalui Google Form sebagai evaluasi mengenai kegiatan peningkatan kapasitas yang telah dilakukan. Rangkaian kegiatan kedua dilakukan selama sepekan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan diketahui bahwa peserta merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan peserta memahami materi yang disampaikan melalui video.

Dalam evaluasi yang dilakukan peserta merespon positif kegiatan yang diikuti. Mereka merasa senang dan terlihat peserta dapat menyerap materi yang disampaikan. Adapun untuk keseluruhan kegiatan, pihak sekolah menyambut baik program yang dijalankan. Ismartoyo, S.Pd. selaku kepala sekolah menyatakan bahwa sekolahnya telah beberapa kali menjadi lokasi atau sasaran peningkatan kapasitas dari pihak luar termasuk beberapa dosen dari universitas. Menurut Kepala Sekolah, pihaknya sangat terbuka untuk kerjasama ataupun kegiatan peningkatan kapasitas. Demikian juga menurut Ani selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Ia juga mengharapkan kegiatan kerjasama dapat lebih dikembangkan dan berkelanjutan.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, kegiatan yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil. (ADV)