Dosen UMY Dampingi Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman di Bakungan, Sleman

Pelatihan manajemen organisasi bago kelompok tani di di Bakungan, Sleman. - Ist.
30 Desember 2020 11:47 WIB Pengabdian UMY Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian dengan skeman Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Bakungan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman terutama pada Kelompok Tani Sri Mulyo. Sejumlah dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Dr. Ir. Sudarja, M.T., Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM, Dr. Ir Wahyudi, S.T., M.T. dari Teknik Mesin UMY.

“Kegiatan ini untuk peningkatan kemampuan pengurus dalam hal manajemen organisasi, pembukuan, budi daya pertanian dan peningkatan kemampuan anggota dalam hal mekanisasi pertanian,” kata Sudarja kepada Harianjogja.com.

Pihaknya memberikan penjelasakn terkait Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dimana OPT merupakan semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya.

“OPT dapat mengganggu tanaman sejak dari bahan tanam sampai pasca panen, organisme penganggu tanaman merupakan factor pembatas produksi tanaman. Bentuk gangguan pada tanaman dapat berupa fisik, fisiologis, maupun penurunan mutu hasil,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan berbagai jenis OPT antara lain Hama (hewan dari kelas rendah sampai dengan hewan kelas tinggi), penyakit (bakteri, virus, cendawan) dan Gulma (tumbuhan liar/bukan yang dikehendaki).

Gatot Supangkat mengatakan upaya pengendalian dapat dilakukan secara mekanis (secara fisik/tekanan lingkungan), kultur Teknis (teknologi budidaya), biologi/Hayati (agen hayati/musuh alami).

“Kemudian secara Kimiawi [bahan aktif kimia bersifat racun], nabati/organik [bahan baku tumbuhan yang berkhasiat menghambat biosistem] dan terpadu [gabungan lebih dari satu cara],” katanya.